Primenewspost.com – Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menegaskan pentingnya memperkuat toleransi, persaudaraan, dan dialog lintas agama sebagai fondasi menjaga kerukunan bangsa. Menurutnya, Islam, Kristen, dan Katolik memiliki nilai-nilai luhur yang mengajarkan kasih, pengabdian, kedamaian, serta kebaikan bagi sesama manusia.
Dalam sebuah forum nasional, Gugun menyampaikan bahwa perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun titik temu dan mempererat persaudaraan. Ia menegaskan pentingnya saling menghormati ajaran dan keyakinan masing-masing.
“Sebagai seorang Muslim, saya menghormati doktrin agama lain dan terus berupaya mencari titik temu. Kita perlu membangun ruang dialog yang dilandasi ketulusan, saling menghargai, dan semangat kemanusiaan,” ungkap Gugun.
Ia juga mengutip pesan dalam Al-Qur’an, Wa mā arsalnāka illā raḥmatan lil-‘ālamīn, yang berarti bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Menurutnya, ajaran tersebut menegaskan bahwa Islam membawa pesan kasih sayang, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.
Gugun turut menyinggung pembelajaran Biblical Studies, khususnya pesan Yesus dalam Injil Markus dan Matius tentang makna pengabdian.
“Yesus mengajarkan bahwa dirinya datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Ini memberikan pelajaran penting bahwa kemuliaan bukan terletak pada kekuasaan, melainkan pada ketulusan untuk mengabdi dan memberikan kebaikan kepada sesama,” jelasnya.
Ia menilai, nilai-nilai universal seperti kasih, pelayanan, kepedulian, dan perdamaian merupakan jembatan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.
Gugun berharap semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama terus tumbuh di Indonesia. Baginya, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling mengenal, menghormati, dan bekerja sama membangun bangsa.
“Semoga Tuhan memberkati perjalanan bangsa kita. Indonesia harus terus menjadi rumah bersama bagi seluruh umat beragama, dengan menjunjung tinggi kedamaian, persaudaraan, dan kemanusiaan,” pungkasnya.












