News  

Dispar Tangsel Perkuat Pelestarian Arsitektur Vernakular Baduy Melalui Workshop “Arsir Garis”

Dispar Tangsel Perkuat Pelestarian Arsitektur Vernakular Baduy Melalui Workshop “Arsir Garis”

Primenewspost.com – Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan terus mendorong penguatan pelestarian budaya melalui kolaborasi bersama komunitas kreatif dan akademisi. Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Workshop Sketsa “Arsir Garis”, bagian dari rangkaian Pameran Sketsa Arsitektur Vernakular Kadu Ketug Baduy, yang berlangsung di City Gallery Tangerang Selatan, Jumat (31/7/2026).

 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Mohamad Ervin Ardani, menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku seni, akademisi, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti Workshop “Arsir Garis” menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang berakar pada kekayaan budaya lokal.

 

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui dokumentasi, tetapi juga perlu dihidupkan melalui kreativitas dan partisipasi masyarakat. Workshop ini menjadi contoh nyata sinergi dalam menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda,” ujar Mohamad Ervin Ardani.

 

Workshop menghadirkan seniman sketsa Eko S. Darmansyah yang membagikan teknik menggambar sketsa, perspektif, komposisi visual, serta pendekatan artistik dalam mendokumentasikan arsitektur vernakular. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti praktik menggambar secara langsung dengan pendampingan narasumber.

 

Sebelumnya, Kurator Pameran Himi Fabeta, yang juga merupakan Staf Khusus Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, menyampaikan bahwa seni sketsa memiliki peran penting sebagai media dokumentasi visual untuk menjaga identitas dan memori budaya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Marchelia Gupita Sari, S.T., M.Arch., berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya melestarikan arsitektur vernakular sebagai bagian dari jati diri bangsa.

 

Workshop berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi mengenai teknik sketsa, observasi objek, hingga peran seni visual dalam mendokumentasikan arsitektur tradisional Baduy. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Indonesia.

Read :  GMPRI National Chief Extends Congratulations and Appreciation to H. Rahmat Wahyudi as Chairman of BEEF Association NTB

 

Melalui Workshop “Arsir Garis”, Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan berharap semakin banyak ruang kolaborasi yang mempertemukan seni, pendidikan, dan pelestarian budaya sehingga warisan arsitektur Nusantara dapat terus terdokumentasi, dikenal, dan diwariskan kepada generasi mendatang.