News  

Special Staff to the Minister of Religious Affairs Dr. Gugun Gumilar, Ph.D. Promotes Interfaith Dialogue to Strengthen National Unity at Istiqlal Mosque

Photo: Special

Special Staff to the Minister of Religious Affairs Dr. Gugun Gumilar, Ph.D. Promotes Interfaith Dialogue to Strengthen National Unity at Istiqlal Mosque

Primenewspost.com – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan pentingnya membangun dialog lintas agama yang berlandaskan saling menghormati, kerja sama, dan kemanusiaan sebagai fondasi memperkuat persatuan Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog Islam dan Kristen: Barat dan Timur yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta

 

Dalam forum yang dihadiri tokoh agama, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat tersebut, Dr. Gugun Gumilar menekankan bahwa dialog antarumat beragama tidak boleh berhenti pada ruang diskusi semata. Dialog harus diwujudkan dalam kerja nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui semangat gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, dan komitmen membangun perdamaian.

 

> “Dialog lintas agama bukanlah upaya menghapus perbedaan keyakinan atau mengajak pihak lain meninggalkan ajaran agamanya. Dialog adalah ruang untuk saling memahami, saling menghormati, serta bekerja bersama dalam mewujudkan perdamaian, keadilan, kepedulian, dan kemaslahatan bersama,” ujar Dr. Gugun Gumilar.

 

Menurutnya, perbedaan agama, budaya, maupun pandangan politik tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk terus menjaga persatuan. Justru keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat melalui komunikasi yang terbuka, sikap saling menghargai, dan kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bersama.

 

Dr. Gugun menjelaskan bahwa dialog yang sehat bukan diukur dari kesamaan pandangan teologis, melainkan dari kesediaan setiap pihak untuk mendengar dengan penuh hormat, menyampaikan pendapat secara jujur, serta bekerja sama pada nilai-nilai universal yang menjadi titik temu seluruh umat manusia.

 

“Perdamaian tidak lahir dari penyeragaman keyakinan, tetapi dari kemampuan kita menghormati perbedaan dan membangun kerja sama demi kepentingan bersama,” katanya.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, keadilan, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, ketika umat beragama saling mendengarkan, melayani bersama, dan mengedepankan semangat persaudaraan, maka Indonesia akan semakin kuat sebagai bangsa yang majemuk.

Read :  Half His Body Broken and Still Unable to Move: A Promise Broken, and a Father Fighting Alone in Medan

 

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Gugun Gumilar menegaskan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus menjadi landasan kehidupan berbangsa. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang memperkaya kehidupan nasional.

 

> “Mari kita fokus pada nilai-nilai yang menyatukan, bukan pada perbedaan yang memisahkan. Dengan kebersamaan, kita dapat membangun Indonesia yang lebih damai, lebih adil, lebih berbelas kasih, dan lebih sejahtera,” ungkapnya.

 

Kegiatan dialog di Masjid Istiqlal ini menjadi salah satu wujud komitmen memperkuat moderasi beragama serta mempererat hubungan antarumat beragama di Indonesia. Melalui dialog yang konstruktif dan penuh penghormatan, diharapkan lahir berbagai kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkokoh persatuan nasional.

 

“Kita adalah satu bangsa dan satu keluarga besar Indonesia. Dengan semangat persatuan dalam keberagaman, mari melangkah bersama membangun masa depan Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera,” tutup Dr. Gugun Gumilar.